+62 895-2885-6655 cyclinknesia@gmail.com

Indonesia dikenal dengan beragam hidangan lezatnya dan salah satu makanan yang tak boleh dilewatkan adalah Sate Klatak. Hidangan ini adalah kuliner khas Jogja yang memiliki sejarah panjang dan rasa yang unik. Lebih lanjut artikel ini akan membahas sejarah Sate Klatak serta fakta-fakta menarik tentang hidangan ini.

Sejarah Sate Klatak

Sate Klatak memiliki akar sejarah yang kuat di Yogyakarta, khususnya di daerah Wonokromo, Bantul. Nama “Klatak” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “kentut,” yang merujuk pada suara “kletuk-kletuk” yang dihasilkan saat daging sapi dipanggang di atas bara api.

Hidangan ini pertama kali dikenalkan oleh seorang pedagang kaki lima pada tahun 1975 di Bantul. Kala itu, ia menjual sate yang dihidangkan dengan nasi. Namun, hidangan ini semakin populer ketika seorang pedagang sate bernama Pak Pong mendirikan lapaknya di dekat Pantai Parangtritis pada tahun 1990-an.

Sate Klatak yang disajikan oleh Pak Pong menjadi terkenal berkat cara penyajiannya yang unik. Daging sapi yang telah dipotong menjadi potongan kecil kemudian ditusuk dengan bambu kecil yang tajam. Setiap tusukan berisi tiga potongan daging sapi yang diberi bumbu khas. Sate ini lalu dipanggang di atas bara api yang terbuat dari pohon aren atau kelapa kering, memberikan cita rasa yang khas.

Fakta-Fakta Unik Sate Klatak

  1. Tidak Menggunakan Tusuk Besi

Salah satu hal yang membedakan Sate Klatak dari sate lainnya adalah penggunaan tusukan bambu kecil yang tajam. Ini memberikan sensasi tersendiri saat menikmati hidangan ini.

  1. Citarasa yang Unik

Sate Klatak memiliki cita rasa yang sangat berbeda dari sate-sate lainnya. Proses memanggang di atas bara api yang panas memberikan rasa gurih yang khas pada daging sapi, sekaligus menjadikannya renyah di luar dan empuk di dalam.

  1. Tidak Menggunakan Kecap

Berbeda dengan sate biasa yang sering disajikan dengan saus kacang atau kecap, Sate Klatak lebih fokus pada bumbu yang digunakan untuk merendam daging sapi. Bumbu ini mencakup bawang putih, merica, garam, dan minyak kelapa.

  1. Tetap Populer di Pantai Parangtritis

Meskipun hidangan ini telah menyebar ke berbagai tempat di Jogja, Pantai Parangtritis tetap menjadi tempat yang sangat populer untuk menikmati Sate Klatak. Di sini, kamu dapat menemukan banyak warung yang menyajikan hidangan ini dengan beragam pilihan sajian.

  1. Harga Terjangkau

Sate Klatak adalah hidangan yang terjangkau, sehingga sangat populer di kalangan masyarakat Jogja. Kamu dapat menikmati sepiring Sate Klatak dengan harga yang sangat ramah di kantong.

  1. Sensasi Memanggang Sendiri

Di beberapa warung Sate Klatak, kamu bahkan dapat merasakan sensasi memanggang sate sendiri. Ini merupakan pengalaman yang unik dan interaktif, membuat makanan ini semakin istimewa.

  1. Kombinasi yang Lezat

Sate Klatak sering disajikan dengan nasi, lalapan, dan sambal. Kombinasi ini menciptakan hidangan yang seimbang dengan rasa gurih, pedas, dan segar.

  1. Tersedia Varian Ayam

Selain daging sapi, kamu juga dapat menemukan varian Sate Klatak yang menggunakan daging ayam. Meskipun daging sapi lebih umum, Sate Klatak ayam memiliki rasa yang tak kalah lezat.

× chat us